Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 10 Desember 2012

Karya Tulis Ilmiah


Tugas B.Indonesia 2 Part 4a



Jelaskan pernyataan berikut : “ masalah penelitian dapat bersumber dari penulis sendiri, orang lain dan buku referensi ” !
1.         Penulis sendiri
Dalam hal ini peneliti mencari masalah yang bersumber pada pengalaman atau pengamatannya sendiri yang berhubungan dengan bidang yang diteliti. Dalam hal ini memerlukan pengolahan lebih lanjut dan dikembangkan dengan pemahaman sendiri oleh penulis .
            Contoh :
Ketika kita sedang mengamati kegiatan belajar-mengajar di suatu ruang kelas, banyak sekali siswa yang aktif, sehingga kreativitas dan kemampuan setiap siswa dapat terlihat. Dengan pengamatan tersebut, maka kita tertarik lebih lanjut untuk melakukan penelitian tentang tindakan siswa di kelas.
2.        Orang lain
Dalam hal ini masalah dialami dari pengalaman atau pengetahuan orang lain, misalnya pejabat atau ilmuwan. Pernyataan pejabat dari borikrasi pemerintah maupun pihak lainnya dapat dijadikan sumber masalah penelitian. Biasanya mereka mengungkapkan permasalahan yang dialami atau dihadapi secara langsung lebih terperinci dan jelas.
Contoh :
Ketika kita rapat dengan anggota DPR tentang kenaikan harga BBM, maka mendorong kita untuk melakukan penelitian tentang dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat.
3.        Buku Referensi
Dalam hal ini peneliti mencari masalah yang bersumber dari buku-buku dan sumber kepustakaan lainnya yang mendukung pembahasan dalam penelitian ini. Misalnya karya ilmiah atau penelitian bidang tertentu. Melalui bacaan karya ilmiah akan ditemukan rekomendasi yang memerlukan penelitian lebih lanjut, baik berupa pengembangan ataupun teknik dan metode yang ingin dikembangkan lebih lanjut.
Contoh :
Ada bacaan yang menunjukkan seorang anak desa dari kalangan golongan ekonomii lemah, tetapi dapat menjadi seseorang yang sukses dan hebat di kemudian harinya. Masalah tersebut menarik untuk kita teliti.

.

Buatlah 2 topik permasalah yang menarik anda dan anda rencanakan untuk topik PI/skripsi !
  1. Analisis Penerapan Metode Activity Based Costing ( ABC ) Dalam Menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap Pada Rumah Sakit Harapan Bunda
  2. Analisis Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Mengambil Keputusan Untuk Menjual Atau Memproses Lebih Lanjut Bahan Baku Karet Menjadi Ban Pada PT. Goodyear Indonesia Tbk

Harga Elpiji 12 Kilogram Naik


Pemerintah Belum Setuju Harga Elpiji 12 Kg Naik


Novita Intan Sari – www.merdeka.com
Senin, 10 Desember 2012

         PT Pertamina (persero) mengusulkan kenaikan harga elpiji takaran 12 kilogram kepada pemerintah. Namun, sampai saat ini Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan pihaknya belum mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah terkait usulan itu. Padahal pihaknya menangguk kerugian dari penjualan gas tabung tersebut.
            "Pertamina pernah mengusulkan kenaikan harga elpiji Rp 2.000 per kilogram. Namun sampai saat ini belum ada sinyal bagus dari pemerintah terkait hal tersebut. Pasalnya, harga jual elpiji saat ini Rp 5,850 per kilogram sementara harga perekonomian kita mencapai Rp 10.000," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (10/12).
            Ali menyatakan gas elpiji takaran 12 kilogram sebenarnya termasuk elpiji non-subsidi. Sehingga sesuai mekanisme untuk menutup kerugian,pihaknya dapat menaikkan harga tanpa harus mendapat persetujuan pemerintah. Hanya saja, perseroan khawatir akan timbul dampak sosial jika pihaknya berkeras menaikkan harga.
            "Elpiji berkaitan dengan ekonomi sosial masyarakat, jadi setiap menaikkan harga akan berdampak pada masyarakat," tuturnya.
            Meski belum mendapat persetujuan pemerintah, Ali menjamin ketersediaan elpiji di pasaran tidak akan menurun. Dari data yang dimiliki perusahaan plat merah itu, permintaan di pasar malah terus meningkat. "Kami sangat sadar dengan menutupi kerugian itu menjadi beban perusahaan, tapi kan elpiji harus tetap ada," tutupnya.

Diunduh   : Senin, 10 Desember 2012 – Pukul 16.10 WIB
Analisis    :

Saya tidak setuju dengan kenaikan harga gas elpiji 12 kg. Karena akan semakin memberatkan masyarakat menengah ke bawah.  Dampak dari kenaikan gas elpiji 12 kg antara lain ber­alihnya konsumen elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg atau tabung melon yang selama ini disub­sidi. Kondi­si ini akan membuat bengkak sub­sidi elpiji 3 kg dalam Ang­garan Pendapat dan Belanja Negara (APBN) karena peningkatan pem­be­lian dari efek kenaikan itu. Saya berharap kenaikan harga elpiji 12 kg yang sedang direncanakan ti­dak dibebankan kepada pengu­saha kecil. Sebab, itu akan ber­dampak pada bisnis mereka. Jika harga gasnya dinaikkan, mereka ter­paksa menaikkan harga jual ma­kanannya. Padahal, konsumen mereka adalah masyarakat kecil. Jadi hal ini juga dapat menyebabkan bertambahnya jumlah pengusaha kecil yang gulung tikar akibat tidak mampunya membeli gas elpiji tersebut.

2014 Gunakan Dua Mata Uang


Mulai 2014 Masyarakat Gunakan Dua Mata Uang



Harwanto Bimo Pratomo – www.merdeka.com
Jum’at , 7 Desember 2012

          Kementerian Keuangan menyatakan rencana implementasi penyederhanaan nilai mata uang rupiah atau redenominasi akan didahului oleh penerapan dua mata uang atau mata uang ganda. Secara substansi, pemerintah mengaku telah siap menerapkan.
            Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengatakan, jika proses legitimasi berjalan lancar maka penggunaan dua mata uang akan dilakukan mulai 2014 atau dua tahun lagi.
            Yang membedakan antara mata uang baru hasil redenominasi dan mata uang saat ini adalah kata-kata dalam uang tersebut. Sedangkan untuk gambar tetap sama agar masyarakat tidak kesulitan dan binggung.
            "Kalau misalnya disetujui 2013, 2011-2013 persiapan, 2022 tuntasnya. Tahun 2014-2018 masa transisi, 6 bulan sebelum 2014 harus ada dual price tag-nya sudah mulai dan uang yang diedarkan yang lama dan baru beredar bersama-sama," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (7/12).
            Agus menambahkan pada 2014 sampai 2018, uang lama dan uang baru akan beredar bersama. Masa transisi atau penggunaan dua mata uang itu akan berlangsung selama empat tahun. Pada 2019 seluruh uang lama akan ditarik dan digantikan uang baru yang gambarnya berbeda dengan uang lama.
         "Pak menteri mengajukan usulan agar RUU ini bisa diangkat menjadi prioritas pertama pembahasannya di 2013. Ini ditunjukan ke baleg dan baleg setuju. Akan dijadwalkan pada masa sidang 3-4 Januari sampai Juni," tuturnya.
            Nantinya, lanjut Agus, terdapat mata uang Rp 100 baru untuk menggantikan Rp 100.000, Rp 50 baru untuk Rp 50.000, Rp 20 untuk Rp 20.000, Rp 10 untuk Rp 10.000, Rp 5 untuk Rp 5.000, Rp 2 untuk Rp 2.000, Rp 1 berbentuk logam untuk Rp 1.000. Kemudian Rp 50 sen untuk Rp 500, Rp 20 sen untuk Rp 200, Rp 10 sen untuk Rp 100, dan Rp 1 sen untuk Rp 10.

http://www.merdeka.com/uang/mulai-2014-masyarakat-gunakan-dua-mata-uang.html
Diunduh   : Senin, 10 Desember 2012 – Pukul 15.48 WIB
Analisis    :

Menurut saya, jika rencana untuk melakukan penyederhanaan mata uang atau redenominasi menjadi kenyataan, maka saya berharap hal ini akan membawa dampak baik bagi perokonomian Indonesia. Tetapi saya berharap jika rencana redenominasi ini terlaksana, diharapkan pemerintah telah menyosialisasikan kepada masyarakat dengan benar dan merata, sehingga tidak terjadi kebingungan pada masyarakat dalam memakai uang tersebut.

Harga 3 Produk Makanan Naik di Tahun 2013

Harga 3 Produk Makanan Ini Bakal

Naik Tinggi di 2013 

Harga 3 Produk Makanan Ini Bakal Naik Tinggi di 2013

Syahid Latif - www.liputan6.com

Minggu, 09 Desember 2012

Memasuki tahun 2013, masyarakat harus kembali berhitung dengan uang belanja yang biasa dikeluarkannya per bulan. Pemicunya, harga sejumlah produk makanan kemungkinan bakal mengalami kenaikan rata-rata 10-15%.
Diantara berbagai jenis produk makanan itu, sebanyak tiga produk diprediksi bakal mengalami kenaikan signifikan. Ketiga produk itu adalah makanan berbahan baku daging, buah, dan terigu. 
"Kita menghadapi masalah dengan kenaikan harga daging yang gila-gilaan," ujar Ketua Komite Tetap Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau, Kadin Indonesia, Thomas Darmawan kepada Liputan6,Minggu, (9/12/2012). 
Thomas menjelasan, kenaikan harga tertinggi kemungkinan bakal dialami produk makanan berbahan baku daging. Saat ini harga daging di tanah air tercatat dua kali lipat lebih mahal dibandingkan Amerika Serikat (AS). Naiknya harga makanan yang menjadi sumber protein ini terutama disebabkan minimnya pasokan dari luar negeri.
Untuk produk makanan berbahan baku buah, kenaikan harga terjadi akibat pengalihan pelabuhan masuk buah ke Surabaya, Jawa Timur dan Medan, Sumatera Utara. Dengan pengalihan ini, para pengusaha harus mengeluarkan tambahan ongkos produksi.
"Dengan pelabuhan baru berarti tambah biaya, pungutan liar, dan semuanya menjadi mahal," kata Thomas. 
Sementara pada produk terigu, lanjut Thomas, kenaikan harga terjadi karena adanya rencana kebijakan bea masuk tambahan bagi impor komoditas tepung tersebut. 
Hal ini semakin memberatkan para pengusaha ditengah rencana pemerintah mengimpor 400 ribu ton terigu impor dari Turki. 
"Industri makanan dan minuman itu padat karya. Jadi pengusaha harus punya jalan keluarnya," ujar Thomas.

Diunduh   : Senin, 10 Desember 2012 – Pukul 15.17 WIB
Analisis    :

Saya tidak setuju dengan naiknya harga 3 produk makanan tersebut di tahun 2013 mendatang. Karena semua itu akan semakin memberatkan masyarakat kecil. Dengan harga kebutuhan pokok pada kisaran saat ini saja sudah membuat masyarakat berpikir beberapa kali untuk membeli berbagai kebutuhan pokok tersebut, apalagi jika di tahun 2013 nanti harga tersebut meningkat maka tingkat kemiskinan masyarakat di Indonesia semakin parah . Dan tidak tertutup kemungkinan meningkatnya anak-anak yang kekurangan gizi dikarenakan konsumsi makanan yang mereka makan tidak sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.